Friday, December 5, 2008

Orang Ketiga 2

Bagaimana perasaan anda apabila anda mempunyai seorang ibu yang berumur lebih kurang 45 tahun berjalan mesra bersama laki-laki yang seumuran anda?
Episod Orang Ketiga, yang barusan saya tonton tadi, memberi satu perasaan yang sangat menyentuh hati saya.
Episod kali ini menceritakan perselingkuhan seorang ibu. Di sini, dua orang adik beradik (perempuan) meminta bantuan krew Orang Ketiga untuk menyiasat apakah benar cerita bahawa ibu mereka selingkuh.
Asal ceritanya begini. Ayah mereka terlibat dalam satu kecelakaan/kemalangan dan tidak dapat bekerja. Lalu, ibunya mulai bekerja (karier woman) sejak kecelakaan terjadi bagi membantu menampung kewangan keluarga.
Dengan bantuan orang ketiga dalam episod ini, iaitu karyawan/pekerja ibu mereka, mulai menyiasat kegiatan ibu mereka di kantor dengan menggunakan pen cam (pen yang bercamera). Pada satu petang, setelah semua karyawan pulang, hanya tinggal ibu mereka dan orang ketiga (yang mengerjakan kerja overtime), orang ketiga ini dipanggil ibu mereka ke dalam office nya dia. Dengan senyuman yang menggoda, dia mengajak orang ketiga itu untuk duduk di sebelah dia dan mengajak dia makan malam bersama serta menghabiskan malam minggu berdua. Tetapi, orang ketiga itu menolak dan meminta izin untuk ke toilet.
Setelah di ikuti oleh krew Orang Ketiga, ibu mereka telah menjemput laki-laki muda di tepi jalan lalu ke hotel. Keesokan harinya, terlihat ibu mereka bercengkerama di satu tasik bersama pemuda seumuran mereka. Setelah itu, mereka menyusul ke sebuah mall. Disitu, kedua adik beradik ini mengambil keputusan untuk memergok ibu mereka, dan berakhirlah di situ.
Di mana ibu mereka menangis dan menyesali apa yang telah terjadi. Setelah melihat anak-anaknya menangis dan mengenang ayah mereka di rumah. Ibunya meminta maaf dengan jujuran air mata.
Semoga ini menjadi pengajaran hebat buat ibu mereka, untuk sadar bahawa nafsu itu bukan segalanya. Dia harus bersyukur mempunyai anak-anak yang masih peduli akan kebahagiaan keluarga. Semoga aja peristiwa ini memberi keinsafan dan rasa malu pada ibu itu. Semoga aja juga anak-anaknya bisa memaafkan ibu mereka, kesalahan orang tuanya.
Kerna setiap manusia itu pasti khilaf dan berbuat salah. Asal aja dia sadar, bertaubat dan tidak melakukannya lagi, dia berhak untuk mendapatkan maaf.
Saya berdoa agar keluarga mereka menjadi satu keluarga yang bahagia lagi dan tidak berlandaskan nafsu semata-mata. Amin...

2 comments:

Emma Manson said...

huhu...

gilalah mak selingkuh... heh.

Izzah Si Nyonya Niko said...

gila mak nya ya...sik alang-alang gik kawan selingkuh nya ya....biak mudak...tapi mak nya nang kacak dan bergaya lah...;P